Sabtu, 25 September 2010

Damainya hidup dengan berpikir positif

Segala Puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Sadar gak sadar, ada satu hal yang dapat menyebabkan hidup kita menjadi tidak bahagia, yaitu sering nya diri kita berfikir negatif. Semua hal dapat menjadi rumit jika kita selalu memikirkan sisi negatif dari segalanya. Pikiran-pikiran negatif dan kata-kata negatif yang kita keluarkan juga kita dengarkan secara tidak langsung dapat membuat hati ini juga menjadi negatif. Hal ini yang menyebabkan mengapa kita dilarang mempunyai prasangka negatif dalam ajaran islam. Memang susah untuk dapat hidup dengan selalu berfikiran positif, karena banyak sekali godaan baik dari diri kita sendiri maupun dari musuh kita syaitan yang sering membisikan hal-hal yang negatif. Hal-hal ini dapat menjadikan hati kita menjadi kotor, sedikit-demi sedikit kita menjadikan diri kita menjadi orang yang pesimis dalam hidup.

Diriku sempat memikirkan bahwa fikiran negatif itu dapat merusak segalanya. Kita berfikiran negatif kepada seseorang yang sebenarnya akan berbuat baik kepada kita. Mengapa kita selalu mengawali nya dengan fikiran negatif ? Mengapa tidak diawali dengan fikiran positif ? Kita berusaha untuk melakukan suatu pekerjaan untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapkan, pasti tidak sedikit fikiran-fikiran negatif kita selalu muncul, misal kalo gagal nanti gimana ? , kalo gak sesuai nanti gimana ? kalo tidak bisa nanti gimana ? dan masih banyak fikiran-fikiran negatif yang muncul di awal kita hendak melakukan suatu pekerjaan. Sehingga mungkin lama kelamaan malaikat yang bersama kita mencatat dan menjadikan itu sebagai doa yang buruk bagi diri kita sendiri. Karena selalu berfikir negatif akhirnya Allah SWT pun mengabulkan hal negatif yang kita fikirkan tersebut. Mengapa kita tidak berfikir positif saja dengan segalanya?

Kalau kita rasakan saja, kita akan lebih senang bergaul dengan manusia yang selalu optimis dan selalu positif. Baik pemikiran positif, kata-kata yang keluar dari mulut nya selalu positif dan hal-hal yang bersifat tidak negatif lainnya. Kita sebenarnya fitrahnya tidak akan pernah bisa bahagia dengan pemikiran-pemikiran, prasangka-prasangka, kata-kata yang negatif yang dapat menjadikan kita melakukan hal-hal yang negatif.

Saya dapat membayangkan kedamaian yang luar biasa dalam hidup ini jika semua orang hanya mempunyai pemikiran dan tindakan yang positif. Satu hal yang tidak boleh kita lupa, bahwa hidup kita ini sudah ada yang mengatur segalanya. Yang Maha Pencipta sesungguhnya telah mempunyai aturan dan rencana untuk hidup kita di dunia ini. Jadi mengapa kita selalu berfikiran negatif kepada sang pencipta ? Memikirkan hal-hal yang tidak perlu kita fikirkan, memikirkan apa yang akan terjadi di hari nanti atau esok. Sehebat itukah kita sehingga kita dapat berbuat demikian, apa hak kita untuk melakukan hal demikian. Jika kita hidup selalu positif, pastinya tidak akan gelisah dan khawatir dengan hal-hal yang negatif yang akan terjadi pada diri kita, karena kalaupun hal-hal yang negatif itu terjadi pada diri kita yakinlah Tuhan pasti sudah menyiapkan hal yang jauh lebih positif untuk diri kita. Karena Dialah yang mengatur segala nya tentang diri kita. Dan ada hal lain yang harus kita ingat, bahwa Allah SWT tidak akan pernah menganiaya hamba nya sedikitpun, semua kebaikan termasuk di dalamnya kita selalu berfikir positif pasti akan diketahuinya dengan baik. Dan dijadikannya hal tersebut menjadi doa bagi orang-orang yang selalu berserah diri kepadanya dengan selalu berfikiran baik dan positif kepada Tuhannya.

Mari kita sama-sama untuk selalu berfikiran positif dalam menjalani kehidupan dunia ini. Sedikit demi sedikit kita hilangkan semua pikiran yang negatif. Mungkin dengan cara :

1. Selalu berfikiran Positif kepada Allah SWT dengan terus menggali Alquran
2. Selalu berfikiran dan berprasangka baik/positif kepada sesama manusia
3. Jangan pernah memikirkan sesuatu negatif yang belum terjadi.
4. Selalu mengeluarkan kata-kata yang positif ketika berbicara
5. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata negatif ketika berbicara
6. Mencoba untuk Berfikir selalu positif sehingga dapat menghasilkan perkataan, pemikiran dan perbuatan yang positif.

Hal tentang being positive ini merupakan sesuatu yang sangat indah, yang dapat menjadikan kita hidup dengan tentram.
No more negative ....

Senin, 13 September 2010

Pelecing Kangkung dari Lombok

Menu pelecing kangkung ini berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebenarnya ini bukan makanan khas Ramadan, melainkan menu sehari-hari orang Sasak di sana.
Seorang warga Kelurahan Pagutan di Mataram, Fairuzzabadi, mengungkapkan sajian ini merupakan pembuka selera makan dengan rasa pedas. "Ngempet elor lamun gitak pelecing," ujarnya, Selasa lalu. Artinya, sampai keluar air liur kalau melihat pelecing kangkung ini. Wah!
Bahan utama menu ini terdiri atas kangkung, busbusan (toge), dan jambah (kacang hijau yang direndam air dingin semalaman). Sebagai pelengkap, ditambahkan sambal nyiuh (kelapa yang dibakar terlebih dulu kemudian diparut atau dioseng supaya tahan beberapa jam). Sambal pelecing dibuat dari bahan terasi, lombok, tomat, dan garam.
Menu yang mirip pelecing kangkung adalah serebuk (urap). Bahannya kacang panjang, busbusan (toge), kendokak (kecipir), dan paku (pakis). Ada juga pelengkap sayur-sayuran lain, seperti kol (kubis) atau daun turi. Bumbunya sambal kelapa. Menu ini disajikan dengan taburan embe (bawang goreng) sebagai penambah rasa.
Untuk berbuka puasa, menu yang tidak dilupakan oleh warga Lombok adalah penget atau pulek, yang bisa disebut juga sebagai kolak karena ditambahi kuah. Dibuatnya dari ambon (ubi jalar) dan pisang plus kelapa yang diparut dan gula tapi tanpa kuah seperti kolak.
Fairuzzabadi menganggap penget sebagai makanan pilihan sebagaimana dianjurkan Nabi Muhammad SAW agar memakan yang serba manis sebagai sajian berbuka puasa. Penget atau pulek (juga kolak karena berkuah) banyak dijual dalam kantong plastik.
Salah seorang yang tak bisa meninggalkan penget adalah Atik alias Usin, seorang perempuan di Kampung Pelita, Kelurahan Dasan Agung. "Saya tidak bisa minum es, jadi tidak bisa tidak, harus ada penget," ujarnya ramah.
TEMPO Interaktif, Jakarta:

Jumat, 10 September 2010

Ada Raksasa Dalam Diri Kita

Sahabat, pernahkah Anda berfikir bahwa apa sebenarnya yang meyebabkan sukses dan gagal? Dari beberapa buku dan pengalaman hidup yang memang belum seberapa ini, ternyata ada satu yang selalu kita abaikan dan tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan hati. Sesuatu yang besar dan bisa jadi sangat besar seperti layaknya raksasa ternyata memang telah ada dalam diri setiap manusia. Raksasa dalam diri kita itu ternyata sanggup menjadikan kita seperti apa yang kita inginkan.

Lalu mungkin sahabat bertanya apakah raksasa itu, hingga dikatakan bisa menjadi seperti yang kita inginkan?

Raksasa itu tiada lain adalah sebuah keyakinan. Dalam istilah saya keyakinan lebih tinggi nilainya dari pada kepercayaan. Keyakinan itu meyeluruh meliputi hati dan jiwa kita. Kayakinan dapat memindahkan gunung yang tinggi, menembus batas pikiran kita yang memang sering membatasi. Keyakinan yang bukan hanya diucapkan secar lisan saja.


Sebenarnya keyakinanlah yang harus kita bangunkan dari tidurnya, mengapa demikian? karena ternyata tidak semua orang mampu membangkitkanya, dengan kata lain kita tidak mampu membuat sebuah keyakinan itu begitu teguh terpatri dalam jiwa dan raga kita. Kadang kata keyakinan begitu mudahnya di ucapkan, contohnya seringkali kita apabila ditanya apakah Anda yakin dengan apa yang anda lakukan atau apakah anda yakin bahwa anda bisa kaya? dan berbagai pertanyaan lain tentang keyakinan, kita menjawab dimulut kita YAKIN seolah tanpa keraguan, tetapi sebenarnya jauh dilubuk hati terdalam, Anda merasa ragu dan tidak yakin 100%. Sulit sekali membuat hati kita begitu mantap tanpa keraguan untuk meyakini sesuatu. Walhasil seringkali kita tidak dapat ,mencapai apa yang kita yakini tersebut karena sebenarnya kita sendiri tidak yakin.

Itulah mengapa kita selalu saja gagal dan sulit mecapai suatu cita-cita.

Saya mempunyai pengalaman dengan cerita mengenai keyakinan ini.
pada saat pengembaraan ku disebuah kampung di pesisir pantai selatan yang ternyata masih banyak masyarakatnya mempercayai hal-hal berbau magis, saya bertemu dengan seorang tua sederhana yang dikenal mempunyai ilmu kanuragan tinggi. Katanya konon dari cerita masyarakat yang mengenalnya dia mampu menaklukan api, karena pada waktu ada sebuah rumah yang kebakaran, dengan berani dia masuk dalam kobaran rumah yang terbakar untuk medamkan api dan ajaibnya tanpa bekas terbakar sedikitpun. Dia juga kebal segala jenis benda tajam dan kalaupun terluka cukup berendam di sungai dan kembali tanpa luka sedikitpun, nyaris tidak ada bekasnya.

Mendengar cerita tersebut, saya yang memang penasaran dan sebenarnya kurang mempercayai dengan hal-hal seperti itu menjadi penasaran dan memberanikan diri berkunjung kerumahnya dngan niat hanya ingin tahu kebenaran cerita tersebut dari beliau langsung. Saat berbincang dirumahnya yang sederhana, beliau menceritakan pengalaman hidupnya hingga keyakinannya akan ilmu warisan leluhurnya yang masih tetap ia jaga dan mungkin dialah satu-satunya orang yang masih mempunyai ilmu kanuragan tingkat tinggi di kampung itu. Dari seluruh cerita dan pengalam beliau dalam menuntut ilmu kanuragan, beliau mengatakan bahwa yang paling utama adalah keyakinan diri agar ilmu tersebut dapat menyerap dan dapat diterima oleh tubuh. Jika tidak yakin tidak akan berhasil katanya.

Saya tidak tertarik dengan ilmu kenuragan semacam itu dan sejenisnya. Tapi dapat ditarik kesimpulan bahwa ada kekuatan dalam tubuh manusia yang bisa dibangkitkan dengan sebuah kunci yang disebut KEYAKINAN.

Terlepas dari cerita tentang ilmu kanuragan tersebut, dalam beberapa buku yang pernah saya baca tentang pengembangan diri , motivasi dan tujuan hidup dalam menggapai kesuksesan, bahwa peranan sebuah keyakinan memegang peranan penting dalam keberhasilan seseorang. Kita sering mendengar ungkapan bahwa "jika kita yakin bisa, maka kita pasti bisa". Ungkapan itu memang benar adanya. Entah kebetulan atau tidak, hal ini pernah juga saya alami ketika saat masih bekerja dulu. Sudah menjadi rutinitas setiap bulan jika seorang marketing menghadapi target yang telah ditentukan perusahaan untuk dicapai dalam setiap bulannya. Saya yang pada saat itu berposisi menjadi manager marketing tentu mempunyai target penjualan perunit yang harus dicapai oleh unit saya pada saat itu. Target unit tersebut saya bagi kepada beberapa orang marketing saya. Dan ajaibnya target tersebut dapat dicapai setiap bulannya. Dengan tanpa mengesampingkan peranan dan kehebatan marketing saya dalam melakukan penjualan, ada satu kata kunci yang sering saya ungkapkan pada mereka bahwa kita semua harus yakin bahwa kita bisa mencapainya, tentu juga harus disertai dengan strategi yang benar dan menjalankan langkah-langkahnya dengan fokus. Hasilnya unit saya setiap bulan selalu menjadi unit terbaik dengan pencapaian penjualan yang tinggi. Penghargaan dan berbagai macam bonus pun menjadi langganan unit saya setiap bulannya.

Saya hanya memotivasi mereka untuk berhasil dan selalu yakin bahwa target itu bisa dicapai. Namun ada satu lagi kunci sukses yang lainya yaitu setelah kita meyakini bahwa kita bisa mencapainya, saya menyarankan pada mereka untuk melepaskan keterikatan pada tujuan. Hal ini adalah untuk menghindari rasa cemas dan ketakutan kita yang dapat membuat kita menjadi stress akibat selalu memikirkan target agar dan agar kita dapat menjalaninya dengan ketenangan. Dan mujarab sekali karena sesulit apapun tantangannya dan selelah apapun kita bekerja, kita akan selalu merasa enjoy menikmatinya.

Jika ditarik benang merah (kayak di OVJ aja ya…he he) dari cerita diatas, ada satu kesamaan tentang sebuah kekuatan besar yang bisa menggerakan dan memuculkan potensi terpendam kita yaitu sebuah keyakinan. Keyakinan adalah raksasa yang tertidur dalam diri kita. Jadi jangan biarkan keyakinan yang salah menghancurkan diri kita, buanglah segala keraguan-raguan yang menjadi racun dalam diri kita. Setelah itu jalanilah dengan kegembiraan. Jangan lekatkan semua pikiran kita pada tujuan. Hal ini kelihatan bertolak belakang dengan keyakinan kita. Maksudnya begini, setelah kita yakin lalu menjalankannya dan fokus pada langkah yang harus kita jalani, maka jalani saja dengan kegembiraan. Istilahnya melepaskan atau mengikhlaskan diri menjalaninya. Jangan pikirkan nanti hasilnya seperti apa. Biarkan pikiran dan hati kita lepas bebas. Anda akan lihat keajaiban pada hasil akhirnya nanti, tanpa kita sadari kita ternyata telah mencapainya.


Ciri Pengusaha Sukses Karena Allah

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada merugi. [QS Fathir {35}:29]

Ada seorang pengusaha sukses di Indonesia yang memulai karirnya dengan membuka sebuah bisnis makanan dan kini telah merambah seluruh tanah air dengan puluhan outlet dan cabangnya. Dalam tempo Ų§yang tidak terlalu lama, usaha makanan lezat yang ia rintis berkembang dengan begitu menggurita. Masyarakat pun banyak menggandrungi makanan yang disajikan oleh ‘brand’ restoran miliknya.

Suatu saat pernah, beliau menjadi sponsor utama sebuah seminar zakat yang diadakan di kota Medan. Usai menyampaikan materi seminar, para pembicara diajak untuk menikmati santap siang di salah satu restoran milik sang pengusaha.

Ketika santap makan siang berlangsung, salah seorang pembicara menyela dengan sebuah pertanyaan kepada pemilik restoran, "Pak, boleh dong berbagi cerita kiat sukses merintis bisnis kayak begini. Sepertinya bapak gak terlalu lama membangun bisnis ini tapi kok langsung menggurita sampai seluruh tanah air. Apa sih rahasianya?" Sambil tersenyum penuh rasa syukur, pengusaha ini menjawab dengan nada yakin: "Pak Ustadz, sama seperti pengusaha lain, saya merintis ini dengan jatuh-bangun. Namun, sejak saya bertekad untuk menaikan zakat saya hingga 5% dari penghasilan. Subhanallah… Allah berkenan memberikan rezeki yang melimpah kepada saya, keluarga dan semua orang yang terlibat dalam usaha ini." Ia menambahkan, "Saya amat percaya, semakin banyak kita membantu Allah, Dia pun akan lebih banyak lagi akan memberikan balasannya kepada kita. Dan itu telah kami rasakan kebenarannya!"

Allahu Akbar… Allah Maha Besar… Dia mampu untuk memberikan balasan yang begitu berkah bagi hamba-Nya yang mau berniaga kepada-Nya.

Itu cerita dari pulau Sumatera, tepatnya di kota Medan. Lain lagi kisah seorang pengusaha berkah dari Provinsi Jawa Tengah. Banyak usaha yang ia tangani. Mulai dari percetakan, penerbitan, institusi pendidikan, pelayanan haji & umrah, yayasan-yayasan social, dan banyak lagi. Bagi saya, jumlah usaha & kegiatan yang beliau tangani sulit dihitung dengan jari. Terakhir saya dengar, beliau tengah membangun sebuah hotel syariah di bilangan kota yang cukup strategis dengan biaya miliaran rupiah. Hal yang lebih membuat kagum adalah…, semua usaha yang beliau bangun berjalan dengan lancar dan memberi hasil yang tidak sedikit.

Subhanallah…, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, beliau amat terampil untuk mengelola semua usahanya. Saya penasaran untuk mengetahui rahasia kesuksesan di balik itu semua. Sampai pada akhirnya, salah seorang staffnya bercerita kepada saya bahwa beliau selalu menginfak-an hampir 30% dari penghasilannya di jalan Allah Swt.

Kala krisis moneter, perusahaan percetakan miliknya hampir bangkrut sama seperti usaha yang lain. Sebuah kebijakan yang ia tempuh terdengar aneh saat itu. Para karyawannya yang berjumlah ratusan, tidak ia rumahkan. Bahkan beliau tambahkan gaji mereka. Sehingga membuat karyawan tersebut senang, tidak resah dengan harga bahan pokok yang menggila pada saat itu, dan akhirnya…. mereka pun berdoa untuk kebaikan pemilik usaha. Subhanallah… siapa yang suka memberi, ia pasti akan diberi. Oleh siapa, ya… oleh Sang Maha Pemberi, Al Wahhab!

Perniagaan yang tiada merugi… itulah salah satu jaminan bagi orang yang suka berinfak.

Cobalah simak hadits 567 bab 60 dalam kitab Riyadhus ShalihinI! Di sana Nabi Saw berkisah, ada seorang petani di Madinah… ia berdiri di antara kebun kurmanya yang kering kekurangan air. Pohon tidaklah subur, sementara buah-buahan tidak muncul dengan baik. Ia khawatir, bila kekurangan air maka kebun tidak akan memberi hasil maksimal untuk kebutuhan hidup ia dan keluarga. Ia menengadah ke arah langit. Kedua tangannya, ia angkat setinggi mungkin seraya merapal lafal-lafal doa kepada Allah agar kebunnya diberi air hujan.

Tak lama sejak itu, Allah mengirimkan awan untuk berkumpul. Beriringan sedikit demi sedikit, awan berkumpul dengan cukup lebat di atas kebunnya. Sang petani tersenyum kegirangan. Dalam hatinya, ia berucap… "Allah mengabulkan doa & permintaanku tadi!" Namun sebaliknya yang terjadi. Terdengar olehnya sebuah suara yang berasal dari langit dan berbunyi, "Wahai awan, pergilah ke tanah si Fulan…!"

Maka berjalanlah awan ke arah lain, ke tempat yang tidak diketahui oleh si petani yang baru saja berdoa. Kekesalan membuncah dalam batin sang petani. "Mengapa hujan tidak jadi turun di tanahku?" gumamnya. Ia pun penasaran. Ia berlari dan terus berlari. Mengikuti kemana awan akan berhenti dan menurunkan air yang dikandungnya.

Sampai di suatu tempat yang subur… daunnya rimbun… dan memiliki air yang banyak. Awan pun berhenti dan mencurahkan segala air yang berada di dalam perutnya. Si petani menatap keheranan…, tatkala dilihatnya ada seorang pria bersahaja yang sedang berdoa syukur kepada Tuhan karena telah memberi rahmat pada tanahnya.

Saat itu, si petani memanggil nama si pemilik tanah. Sang pemilik tanah merasa heran lalu bertanya, "Saudara, dari mana Anda tahu namaku?" "Itulah saudaraku, aku sendiri ingin bertanya sebaliknya, amalan apa yang membuat usahamu begitu berkah hingga namamu ku dengar dari suara langit yang memerintahkan awan untuk menurunkan hujan di sini…, di tanahmu!" Subhanallah! Bukankah ini sebuah prestasi hebat, hingga membuat nama seseorang disebut di langit?

Si pemilik tanah mencoba menjawab pertanyaan petani, "Saudara, belum ada orang yang aku beritahukan tentang amalan yang aku kerjakan sehingga membuahkan hasil sedemikian. Namun karena engkau telah tahu sebagian rahasia ini… dan juga karena engkau telah menanyakannya, maka tak layak bagiku untuk merahasiakannya lagi."

"Ceritakanlah padaku, wahai Saudara!" gegas si Petani sebab penasaran.

"Rahasianya mungkin adalah…. Setiap kali kebun dan tanah ini memberi hasil, hanya sepertiga darinya yang aku makan. Sepertiganya lagi aku kembalikan kepada tanah ini sebagai tambahan modal. Lalu sepertiganya lagi, aku berikan kepada Allah Swt sebagai infakku di jalannya. Itulah amalan rutin yang aku kerjakan sehingga membawaku pada hasil yang sedemikian."

Subhanallah…!! Pemilik tanah tersebut memberikan sepertiga dari penghasilannya untuk Allah Swt. Tak pelak, Allah Swt pun memuliakannya. Saudaraku…, bila dalam merintis usaha, perniagaan, perdagangan atau apapun yang kita lakukan… bila kita sering mengalami kerugian, kebangkrutan, kredit macet dan lain sebagainya yang dapat membuat usaha kita mengalami kemunduran. Maka…, cobalah resep di atas! Insya Allah, Anda akan merasakan apa yang mereka rasakan, yaitu Perniagaan yang Tiada Merugi Disebabkan Infak di Jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selamat Mencoba!

ORANG BODOH VS ORANG PINTAR

1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

3. Orang pintar belajar agar mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH), oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar demo, Walhasil orang-orang pintar 'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Henry (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA Group), Ali Markus (Maspion), Purdi Chandra (Primagama), Bob Sadino (kem Chik) adalah sebagian orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada 'orang bodoh'.

Mungkin dalam waktu dekat akan bertambah 1 lagi yaitu saya sendiri, hanya saja yang 1 ini punya ijazah S1 karena impian orang tua supaya jadi sarjana.

Jadi intinya sukses atau tidaknya seseorang bukan di tentukan dari Ijazah atau gelar yang dimilikinya, melainkan keberanian seseorang untuk mengambil sebuah peluang sekecil apapun kemudian dikembangkan menjadi sebuah Usaha besar.

Mereka-mereka yang sukses seperti orang-orang yang disebutkan diatas, mereka selalu memaksimalkan otak kanannya dalam berpikir. Karena otak kanan adalah otak yang kreatif , inovativ, imajinatif dan visioner. Berbeda dengan otak kiri, orang-orang yang banyak berpikir memaksimalkan otak kiri biasanya adalah orang-orang yang ingin sekolah setinggi-tingginya. Karena otak kiri itu otak yang prosedural, menganalisa, dll.

Jadi bagaimanakan dengan anda???


Thanks