Selasa, 10 Maret 2009

ABU MACEL & PREMAN

Suatu hari Abu Macel pergi ke Rumah Makan kesukaannya dan memesan ayam goreng satu potong. Setelah pesanannya datang, tiba-tiba seorang dengan tubuh penuh tattoo, besar dan kekar datang memesan makanan yang sama seperti Abu Macel. Ternyata makanan yang dipesan preman itu sudah habis, maka sang pelayan mendekati Abu Macel. “Aduh, maaf Mas, ini sebenarnya pesanan lelaki tinggi besar itu. Dan ini merupakan stok ayam terakhir yang kami punya. Maaf ya Mas.” Kata si pelayan meminta pengertian Abu Macel agar semua menjadi baik. Tapi dasar Abu Macel ia tak menghiraukan pelayan itu.

Kemudian sang preman mendekati Pelayan, “Hey, saya sudah terlanjur di sini, jadi ayam ini milik saya.” Kata si preman. Sementara si pelayan restoran tampak kebingungan. Dengan wajah marah sambil membawa pisau sang preman menghampiri Abu Macel .”Hai kamu, jangan sentuh ayam itu!! Apapun yang kamu lakukan terhadap ayam itu akan aku lakukan terhadapmu. Kamu potong kakinya, aku potong kakimu. Kamu potong perutnya, aku tusuk juga perutmu. Pokoknya apapun yang kamu lakukan terhadap ayam itu akan aku lakukan juga padamu.” Abu Macel terdiam sambil mancari akal. Kemudian ia menemukan akal cerdiknya dengan mengangkat ayam panggang itu ke dekat mulutnya lalu ia menjilati pantat ayam sambil tersenyum melirik preman itu.

Sumber : www.abumacel.com
Koran Lombok Post


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar