Senin, 09 Maret 2009

ABU MARDUT BUTA HURUF

Meskipun buta huruf, tapi Abu Mardut selalu tampil percaya diri. Suatu hari Ia memasuki Warung Kentaki alias Kentara Warung Kaki. Pemilik Warung langsung menyodorkan daftar menu.
"Saya buta huruf, tolong bawakan sendok kotor yang telah dipakai oleh pengunjung sebelumnya dan saya akan menciumnya, Dari situ nanti saya tahu masakan apa yang enak untuk dipesan." Kata Abu Mardut.
Kemudian pelayan mengumpulkan beberapa sendok bekas pakai yang ada dan memberikannya kepada Abu Mardut. "Saya memesan pepes ikan mas dan sayur asem." Kata Mardut. Melihat itu sang pelayan kaget campur kagum menyaksikan kehebatan Mardut mengenali jenis menu makanan dengan cara mencium bekas sendok.

Sang pelauan mencatat pesannya. Menu itu memang menjadi favorit para pengunjung Warung Kentaki.
Beberapa hari kemudian Abu Mardut datang lagi. Sekali lagi ia minta sendok bekas pakai untuk dicium, tetapi bukan yang habis dipakai makan pepes dan sayur asem. Hanya ada satu sendok yang habis dipakai untuk makan menu lainnya. Sang Pelayan memberikannya kepada Abu Marduit dan langsung menciumnya. "Bau sendok ini enak juga, sepertinya habis dipakai untuk makan ayam bakar dengan lalapan dan sambal terasi, saya pesan yang ini saja." Kata Mardut sambil menyerahkan sendok tersebut.
Hari berikutnya kembali Abu Mardut mendatangi warung tersebut, tapi sang Pelayan ingin menguji kehebatan Mardut soal cium mencium.
Sebelum menemui Mardut sang Pelayan meminta juru masaknya yang cantik agar menggosok sendok tersebut diantara kedua pahanya. Kemudian dengan penuh sopan sang Pelayan memberikan sendok tersebut kepada Abu Mardut.
Setelah mencium sendok tersebut dengan senyum heran Abu Mardut berkata. “Wah sejak kapan si Inem kerja disini?”

Sumber : www.abumacel.com
Koran Lombok Post


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar