Jumat, 17 April 2009

"PESONA" Susan Boyle

KOMPAS.com — Pengamat musik ternama, Simon Cowell, dan banyak penonton lainnya boleh saja tertawa, meremehkan, dan mencemooh. Itulah agaknya yang terjadi ketika Susan Boyle tampil di atas panggung acara Britain’s Got Talent. Ini adalah ajang pencarian bakat penyanyi versi Inggris, Sabtu (11/4), yang ditayangkan televisi Inggris.

Boyle adalah perempuan berusia 47 tahun dengan tubuh gemuk. Dia beralis tebal seperti Leonid Breznev dan berparas biasa-biasa saja. Dandanannya pun sederhana. Pokoknya sangat jauh dari gambaran calon idola yang biasa muncul di tayangan-tayangan televisi mana pun.

Perempuan asal Blackburn, gabungan beberapa desa di wilayah Wesy Lothian, Skotlandia, itu memang muncul seperti umumnya orang kampung. Lugu, tetapi tampak percaya diri.

Cowell menanyainya dengan sinis, ”Ke mana saja selama ini dan mengapa baru ikut ajang ini sekarang?”

Boyle yang mengaku belum menikah, bahkan belum pernah dicium seorang pria, itu menjawab dengan penuh rasa percaya diri. ”Selama ini saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk tampil dalam acara pencarian bakat seperti ini.”

Cowell bertanya lagi. ”Anda ingin menjadi seperti siapa?”

Boyle dengan penuh gaya mengatakan ingin menjadi seperti Elaine Paige, aktris sekaligus penyanyi terkenal Inggris yang kiprahnya sangat diakui pada pertunjukan teater musikal. Dia pun menggoyang-goyang pinggulnya yang besar untuk meyakinkan Cowell yang memandangnya dengan ”sebelah mata” pada awalnya.

Akan tetapi, ketika dia mulai menyanyikan lagu I Dreamed a Dream yang diambil dari kisah drama musikal Les Miserables, semua mata pun terbelalak, termasuk ketiga juri Britain’s Got Talent malam itu, yaitu jurnalis dan pembaca acara televisi Piers Morgan, aktris Amanda Holden, dan Simon Cowell. Sejumlah penonton yang berada di studio pun spontan bertepuk tangan sambil berdiri, memuji tinggi-tinggi suara Boyle yang memang sangat apik dan enak didengar.

Cowell yang biasanya terlihat tak acuh pun, malam itu, meletakkan kedua tangan untuk menopang dagunya. Beberapa kali dia menggelengkan kepala, seolah tak percaya dengan ”keajaiban” dari sambutan itu.

Langsung berubah

Melalui suaranya yang bening bak penyanyi opera, jalan hidup Boyle yang semula tak punya pekerjaan itu langsung berubah setelah penampilan di ajang calon idola versi Inggris itu.

”Tidak diragukan, ini adalah kejutan terbesar yang pernah saya dapatkan selama tiga tahun saya berada di acara ini. Ketika Anda berdiri di sana dan mengatakan, ’saya ingin menjadi seperti Elaine Paige’, semua orang menertawai Anda. Sekarang, tak seorang pun tertawa. Anda sangat memukau dan tampil luar biasa. Saya terduduk lemas karena terharu,” ungkap juri Piers Morgan.

Amanda Holden pun menimpali, ”Saya pun amat terpukau karena saya tahu semua orang menolak Anda. Saya sejujurnya berpikir bahwa kita semua sudah sangat sinis dan saya rasa inilah sebuah peringatan terbesar. Dan, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sepenuhnya merasa terhormat mendengar Anda tadi menyanyi.”

Simon Cowell pun tidak bisa lagi mengelak dan sambil menahan tawa dia mengatakan, ”Sejak awal Anda berjalan ke panggung, saya tahu. Ada sesuatu yang luar biasa dalam diri Anda.”

Tentu saja komentar Cowell yang di luar kebiasaannya itu langsung disambut riuh para penonton di studio. Sementara Boyle tampak sangat gembira dan puas sekali dengan sambutan para juri dan penontonnya itu.

Internet pun langsung ”kebanjiran” orang-orang yang ingin mendengar dan menyaksikan Boyle pada acara televisi Inggris itu. Situs video YouTube yang menyajikan penampilan Boyle diserbu sebanyak 5,6 juta kali.

Penampilan Boyle pun diulas dan ditampilkan di CNN. Boyle menjadi tampilan di halaman muka di berbagai surat kabar Inggris, Australia, juga New York. The Washington Post, misalnya, secara khusus bahkan menurunkan tulisan cukup panjang mengenai Boyle. Berjuta-juta komentar pujian pun ditulis para penjelajah internet dalam berbagai situs.

Akan tetapi, itu baru penampilan perdana Boyle di putaran pertama Britain’s Got Talent. Boyle diyakini akan lolos ke putaran-putaran berikutnya, dan bukan tidak mungkin pada akhirnya akan keluar sebagai pemenang utamanya.

Akan tetapi, kalaupun dia kemudian harus berhenti di tengah jalan, Boyle mengatakan, dia sudah bertemu dengan Sony BMG untuk merekam dan memasarkan suaranya.

”Saya tidak bisa berbicara banyak mengenai itu. Ini masih terlalu awal dan saya berjalan dengan langkah-langkah kecil,” ungkap Boyle yang tidak lantas menjadi besar kepala dengan berbagai pujian untuknya.

Umur, asal-muasal keluarga yang tidak istimewa, penampilan yang kurang menarik, bukan hambatan. Boyle dianugerahi keistimewaan yang lain, yaitu suara soprannya.

Pemunculan Boyle dalam acara ajang pencarian idola versi Inggris itu juga menjadi peringatan bagi para pengelola ajang sejenis lainnya di berbagai negara untuk tidak meremehkan siapa saja. Umumnya, ajang sejenis itu membatasi umur peserta dan lebih memfavoritkan penampilan fisik calon idola.

Perjalanan Boyle menuju puncak sebagai idola baru Inggris memang masih panjang. Dia masih harus menunjukkan suara emasnya dalam berbagai penampilan berikutnya, yang sudah pasti juga akan ditunggu-tunggu jutaan orang di seluruh dunia.

Akan tetapi, industri hiburan di banyak negara sering kali mempunyai ”ukuran-ukurannya” sendiri. Kemunculan Boyle karenanya sangat menarik untuk juga melihat bagaimana ”realitas” industri hiburan saat ini, yang umumnya lebih mengutamakan daya tarik fisik serta penuh dengan polesan.

Seperti ditulis The Telegraph, Boyle secara konsisten telah menunjukkan kepercayaan dirinya yang alami, baik di belakang panggung, di atas panggung, maupun setelah turun dari panggung. Tak ada tanda-tanda keraguan dan gugup, yang memang tidak perlu karena dia memiliki suara emas. (AFP/CNN/OKI)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar